Aku Tak Ingin Jauh Meninggalkannya, Tuhan...
Memang,sudah kurang lebih lima tahun kenangan itu jauh ku tinggalkan.Bukan, bukan kenangan itu menjauh.Bukan, bukan aku yang meninggalkan itu semua.Tapi waktu yang membawaku terus pergi dan jauh meninggalkan semua itu.Bukan, bukan juga aku ingin melupakan jauh kenangan itu.Justru aku mau mengingatnya lebih dan lebih kuat lagi.Aku tak ingin kenangan itu hilang dan pergi menghilang dan sirna.Aku tak ingin itu
Terlebih lagi, jika suara-suara itu terngiang kembali dan menggetarkan gendang telinga,tulang martil,landasan sangurdi dan pada akhirnya menggetarkan tingkap oval.Karena itu cairan dalam rumah siputku bergetar dan merangsang semua itu untuk sampai otak besarku.Ya, terdengarlah suara kenangan itu.Rasanya, aku ingin bergulat dengan waktu.
Bukan, bukan aku ingin menyalahkannya karena menjauhkanku dari sahabat-sahabat terbaikku.Melainkan untuk memulai berkerja sama untuk menjaga kuat kenangan-kenangan itu agar tidak jauh pergi dari diriku.
Rasanya, aku tak ingin jauh meninggalkannya, Tuhan...
Aku ingin kembali ke masa itu.Lima tahun lalu.Di sebuah asrama di satu sekolah di antara rimba yang masih terjaga keasliannya.Aku merajut cita-cita,mimpi,harapan dalam satu kesempatan.Ya, saat bersama kenangan itu aku merajut semuanya dengan rapi.
Persahabatan,cinta,kasihsayang,kebersamaan, aku rasakan.Aku mengenal itu semua bersama kenangan.
Ini yang aku maksudkan..
Sahabat yang kini cerita kita hanya menjadi kenangan di buku harianku.
Aku membuka kembali lembar demi lembar biru kita di pojok kamarku.di buku itu, buku polos yang harganya hanya lima ribu rupiah.Aku membelinya khusus.Untuk menuliskan semua cerita kita.Karena aku tahu teman, ini akan sangat aku rindukan sampai kapanpun.
----------------------------
Lembar pertama aku torehkan semua nama kalian satu persatu lengkap dengan tanggal bulan dan tahun kelahiran kalian serta tak lupa aku buat kolom khusus untuk nomer ponsel kalian yang sewaktu-waktu bisa ku hubungi.Lembar kedua, aku tuliskan dimana letak kelas kita di mulai dari kelas tujuh SMP sampai tahun terakhir kita bersama.Memang itu semua hanya coretan layang yang hanya sebatas pandang di lihat tidaklah penting.Tapi, apa kalian tau?itu sangatlah berarti bagiku sahabat.
Aku buka lembar demi lembarnya lagi.Entah itu lembar ke berapa.Tapi yang aku temukan adalah hari dan tanggal kelahiranku.Banyak sekali ucapan dan doa-doa yang kalian tuliskan untukku.Rasanya hati ini meringgis sakit mengingat itu.Aku rindu kalian sahabat.
“ass..
Ciel..met milad y..
Sabil mang g’ bisa ngasih aph-aph kecuali do’a yang selalu ada bwat acil, Raihana Atsil yang di mata sabil istimewa, cinta bnget ma boch 7,baik,pengertian,rame dan sifat-sifat istimewa lain yg ga ada di orang lain..
Ya sudah langsung doanya ya!
-Acil tambah baik,ngertiin,sholihah,istiqomah,rame,rajin, disayang Allah dan ortu.
Sory ya ciel...
Oia, janjian ya,kita ketemuan dan bercanda lagi di jannahnya^
Amien..
-sabila-“
Sabila, kalau kamu baca tulisanku ini, kamu tahu?aku menangis mengingat ini semua.
Aku lanjutkan perjalanan ke masa kenangan.Lembar-lembar yang berisi coretan-coretan kecil yang membuatku tersenyum kecil dan membuatku berani menjatuhkan airmataku kembali.Aku berhenti sejenak membuka lembar selanjutnya.Aku menangis keras, hatiku meringgis rasanya tak ingin semua ini berakhir.Aku tak inginkan ini terjadi.
Tuhan, begitu deras mungkin airmataku sampai-sampai aku menyaingi derasnya hujan kala malam itu.
Aku tak ingin jauh dari itu semua,Tuhan...
Aku tidak mau, aku tidak mau jauh dari semua itu.Yang aku inginkan semua itu kembali tanpa kurang sesuatu apapun.Dan kembali seperti dulu!
Kembali aku pada lembar-lembar biru itu.Terlalu banyak sebenarnya jika kenangan itu menjadi tulisan.Mungkin ceritanya tak akan pernah habis.Terlihat senyuman sahabatku yang sangat aku rindukan di lembar itu.Ya fotonya masih tersimpan rapi di lembar itu.
Yulia azharini, hampir tiga tahun aku tidak pernah bertemu dengannya sejak perpisahan saat itu.Sungguh rasanya jika di imajinasikan kerinduanku itu sudah sampai puncak yang paling atas.Aku rasa Tuhan belum mengizinkan kami untuk bertukar cerita kembali.Aku rasa Tuhan masih ingin menguji kekeuatan persahabatan kami.
Puncaknya satu bulan sebelum dia merayakan ulang tahunnya yang ke tujuh belas.Aku sangat ingin menemuinya.Aku merencanakan sesuatu yang mungkin akan menjadi kejutan buatnya.Aku tata sedemikian rupa sesuatu itu agar tak terlupakan dan mengesankan.Ya, manusia memang hanya bisa berencana.Tapi semuanya kembali pada Tuhan.Rencana itu sirna begitu saja.Perhatian ku aku sibukkan dengan bimbel sana-sini untuk mempersiapkan ujian semester terakhir di kelas sebelas SMA.Aku berfikir setelah ujian aku akan melanjutkan rencananya.Lagi-lagi, mungkin memang belum saatnya.
Liburan memang sudah di mulai tapi suatu hari aku sakit dan sakit itu bertahan hingga tujuh hari.Itupun pada hari ke delapan dan selanjutnya aku masih dalam tahap pemulihan.
Azha panggilan akrabku padanya selalu menanyakan “aciel jadi ke sini gak?”
Aku sudah berjanji kita akan bertemu.Tapi Tuhan ternyata masih mempunyai rencana lain.
Bukan, bukan karena aku ingin melupakan janji itu atau aku lupa karena terlalu banyak kesibukan.Tapi percayalah azha, jika kamu membaca tulisan ini.Kamu tau?
Aku selalu mencari cara bagaimana bisa untuk membuktikan janji itu.Janjiku bertemu kamu dan ada di ulang tahunmu.
Mencari dan terus mencari.Berdoa dan terus berdoa agar Allah melancarkan rencanaku.
Sampai akhirnya kamu zha mengirimkan pesan singkat yang berisi undangan untuk datang ke pesta ulang tahunmu.Hari itu tanggal 3 juli.Dan besok 4 juli hari ulang tahunmu.Aku belum Mempersiapkan apa-apa.Belum ada izin yang pasti dari orangtuaku.Ya Allah semoga mereka mengerti inginku.
Malamnya sebelum 4 juli datang, kita berbicara lewat ponsel membicarakan bagaimana caranya agar aku ADA di sana?
Berbagai cara di sebutkan.Dan hah 4 juli datang.Aku semakin bingung!
Dan akhirnya aku putuskan aku besok pergi untuk memenuhi janjiku.Bertemu denganmu sahabat.Malam itu,aku lebih cepat memejamkan mata agar aku tak tertinggal besok.
Jam lima pagi aku sudah terbangun.Tidak seperti minggu-minggu biasa.Aku lawan kantukku demi sahabatku.Aku bergegas bersiap dan meminta izin pada mama.Tapi, tatapannya tidak memberi harapan untuk mengizinkan aku pergi.
Mama, mengertilah perasaanku sedikit saja.Aku rindu sahabatku mah.
Aku terus berdoa dan Berharap.
Dan tidak seperti yang aku takutkan.Mama agak mengizinkan tapi aku tak boleh menginap.Tanpa pikir panjang lagi aku langsung pergi menuju terminal dan di mulailah perjalananku menuju kota sahabatku.
Jam demi jam berganti.Sekitar jam satu siang aku sampai di kotanya.Aku meminta salah seorang temanku untuk segera mengantarkan aku ke rumah sahabatku itu.
Di perjalanan rasanya tak sabar untuk bertemu dan melepas rindu dengannya.Demi apapun saat itu aku tak percaya bahwa dengan beberapa menit saja aku akan bertemu dengan sahabat yang selama ini aku rindukan.
Zha aku datang...
Ya, aku sudah ada di depan rumahnya sekarang.
“ada lia nya?”
“ada tunggu sebentar yaa”
Lia memang nama panggilannya di rumah.Tak lama aku menunggu.
Aku tersenyum dan diam.Jeritannya yang memanggil namaku membuat airmata ini jatuh LAGI dia langsung memelukku dan kami pun melepas rindu.
Ya Tuhan, rasanya ini mimpi.Dan berkali aku yakinkan.
INI NYATA CIEL BUKAN MIMPI!
Ah rasanya masih seperti mimpi.Tanggal empat juli itu kami bertatap muka dan berbagi cerita.Tak terhitung berapa cerita yang terceritakan.Dan waktu berjalan begitu sangat cepat belum sempat apa-apa jarum jam menunjukan pukul lima sore dan..
Dan itu saatnya aku kembali ke kotaku.
Ah rasanya tidak lah mudah untuk pergi kembali.Bayangkan?kami sudah bertahun-tahun tidak bertemu dan hari ini hanya terbayar beberapa jam saja.Tapi aku harus kembali.
Tak lama aku berpamitan dengan sahabatku aku sudah sampai di terminal untuk pergi kembali ke kotaku.Jelas air mata banyak mengalir di situ.Antara aku dan sahabatku.
Tuhan, Aku tak ingin jauh meninggalkan itu semua...
Di perjalanan aku menangis dan terus menangis.Entah aku sangat cengeng.
Sahabat, andai aku bisa meminta pada Allah agar kita terus bersama dan tidak pernah terpisah.
AKU AKAN MEMINTA...
Tapi yang ada?
Sahabat, mau aku berteriak sekeras apapun.
AKU AKAN BERTERIAK KERAS...
Sahabat, sebanyak apapun aku membuat candi layaknya Bandung bondowowso pada Roro jongrang.
AKU AKAN MEMBUATNYA...
Tapi itu semua sangatlah sulit.Ini sudah jalan kita untuk menjaga persahabatan ini sepanjang masa.
Suatu hari kita akan bertemu lagi.Pasti bertemu lagi.Selama waktu berjalan kemungkinan pasti datang.
Terimakasih sahabatku, untuk banyak mimpi yang kalian berikan kepadaku.Mimpi bersama kembali dalam Jannah terindahNya.Aku menyayangi kalian.Sangat sayang.
Terimakasih untuk banyak cinta yang kalian berikan kepadaku.
............
aku masih mencatati angin
Thursday, 30 September 2010
Ramadhan-
Memang, Ramadhan Selalu Beri Kebahagiaan yang Berarti. (bagiku)
Bismillah, (jujur) aku menangis menulis ini.Semoga Allah tetap menyayangiku.
Ya, seperti yang aku bilang.Entah kenapa aku selalu merasa Ramadhan selalu ada kebahagiaan di situ.Entah yang semu atau yang abadi, tapi yang aku rasakan selalu semu.Mungkin aku akan merasakan yang abadi nanti (insyaallah).
Hari itu ada rapat yang di peruntukkan untuk ketua kelas,sekretaris dan bendahara untuk pelaksanaan pesantren kilat bahasa gampangnya sanlat.Dari tahun ke tahun selama aku bersekolah di SMA ini kegiatan itu rutin di adakan setiap bulan ramadhan dan sampai saat ini tahun terakhirku di sini masih tetap menjadi kegiatan yang (harus) ada pada bulan Ramadhan.
Awalnya (sumpah dan jujur) gue males banget buat ikut rapat.Karena gue bendahara kelas yah mau gak mau harus kumpul.Sekali lagi (sumpah) gue males banget.Udah gitu yah rapatnya ngaret.Ya menurut gue ngaret banget.Gue ampe bosen nunggunya ngotak-ngatik pensil sama kertas gak jelas, bolak-balik opera mini buka Facebook ampe bosen (masyaallah).Ya ini ciel (mungkin) cara melatih kesabaran dan saya (akhirnya) bersabar.
Seperti ikan yang dapet air waktu dia kehabisan nafas.Akhirnya panitia yang ngajak rapat dateng juga (alhamdulillah).Di mulailah rapat dan bla bla bla bla seseorang berbicara dan aku tak tau dia siapa (ketauan gak merhatiin sih) yah tapi setidaknya gue dengerin kok.Tiba-tiba ya gue ngomong (dalam hati) waw hebat juga nih yang ngomong.Waktu gue liat (subhanallah) dia SIAPA?gue baru liat ada adek kelas gue yang mukanya dan dan daaaan hehehe gue bilang hebat.Cara ngomongnya itu looh yang buat gue tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang DIA (cihuuuy).
Oh ya gue sempet bilang sama temen gue si Dea (sekretaris kelas)
“eh de imut yah?”
“siapa?”
“itu yang ngomong”
“ah biasa ajaaa”
Huaah bagi gue? INI pertama kalinya looh.Selama ini gue cuek-cuek aja soalnya sama adek kelas.Ah plis ciel jangan ada apapun dalam otakmu! Di situ gue istigfar banyak-banyak looh ya Allah jangan ya Allah jangaaaaaaaaaaaan!
Selesai rapat yah biasa aja seakan tak terjadi apa-apa tadi pada pandanganku pada hatiku ataupun otakku.Udah lupa anggapanku.
(gak muna) ternyata otak gue.Di rumah gue masih mikir itu SIAPA SIH?
***
Oke sanlat hari pertama mulai (dimulai).Tadinya aku tak mau jujur atau cerita sama siapa-siapa.Akhirnya aku buka mulut deh untuk bertanya SIAPA dia?
Aku bertanya pada teman dekatku.
“eh itu siapa sih?”
“oooh ituu si (sensor) diakan anak (sensor) kenapa ciel?suka ya?”
Seakan di pojokkan dengan pertanyaan itu.
“oh gak kok cuma nanya aja, keren ya”
“biasa aja”
AH, tapi bagiku tidak begitu.Bagiku dia dia diaaa yah begitulaah.
Hari-hari terus dan terus mengizinkanku untuk bertemu dengannya, yah meskipun hanya melihat dari jauh.Tapi faktanya, entah kenapa yaa hatiku selalu merasa bahagia.
Orang berfikir ada yang lain ya di diriku.Tampaknya aku suka, baru tampaknya loh belum tentu hati.
Padahal aku berjanji, bukan berjanji juga sih ya tapi PUNYA keinginan di ramadhan kali ini dan setelahnya aku BISA jadi lebih baik lagi.Aku khatamkan al-quran, dhuhaku tak ada yang bolong, tahajudku berjalan, lima waktuku tak ketinggalan, tarawihku pun sama serta yang lain-lainnya.Yah masa iya TIGA tahun di pesantren tak ada yang membekas kan malu sama diri sendiri juga sama sang Maha Agung.Ya, setiap orang pasti selalu ingin berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi bukan? Begitupun aku.
Tapi siapa yang tau? Atas apa yang Tuhan takdirkan untuk makhluk ciptaanNya.
Aku merasa Tuhan benar-benar membolak-balikan hatiku saat itu.Ya, aku sempat menangis karenanya.Karena merasa tak dapat menjaga keseimbangan hati.Merah jambu selalu datang, tentu saja wajar.Karena yang aku pelajari di pelajaran biologi, seseorang pada masa pubertasnya atau pada masa peralihan dari anak-anak menuju remaja pasti akan ada sedikit atau bahkan sering merasakan sesuatu atau perasaan ketertarikan terhadap lawan jenisnya.Orang biasa menyebutnya dengan virus merah jambu alias jatuh cintrong!.
Oh Tuhan, tapi aku mohon.Jangan terjadi (lagi) padaku.
Mengertilah hati, aku sedang menunggu janji.Aku sedang pelajari diri.Aku ingin mengejar mimpi.Aku mohon.Dan semoga Tuhan mengizinkan.Semoga.
Semakin hari semakin aku ingin terus melihatnya loh.Entah kenapa kalo gak liat kayaknya ada sesuatu yang kurang di hari itu, berlebihan ya? Biarlah, aku sedang khilaf kali.HAHAHA
***
Di sela itu aku mendapat pesan singkat dari seseorang yang aku anggap seperti kakakku sendiri.
Ketika kau merasa lelah dan tak berdaya dari semua usaha yang sepertinya sia-sia, Allah tau betapa kerasnya kau berusaha..
Ketika kau menangis sekian lama dan hatimu masih terasa sedih, Allah sudah menghitung tetes-tetes airmatamu..
Ketika kau fikir hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu terasa berlalu begitu saja, Allah sedang menunggu bersamamu...
Ketika kau sedang sendirian dan teman-teman melupakanmu, Allah selalu ada di sisimu..
Ketika kau fikir kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu harus berbuat apalagi, Allah punya jawabannya..
Hey pembaca, pasti kalian mengerti kan kesedihan apa yang baru saja aku alami teman? Kalian pasti mengerti.Tentang dia yang berada di kota sebrang.
Kalian tau? Mungkin Allah menghitung tetes-tetes airmataku (mungkin) dan semoga.Aku fikir dengan hal ini Allah memberi kebahagiaan lain.Di pertemukan dengan seseorang yang belum aku kenal.
Aku hanya kenal nama, tau muka tapi tak berani untuk bertutur sapa HAHAHA (ketawa miris tuh).
Oh ya, ada kejadian nekat kalo kalian ingat.Aku pernah cerita kok.Waktu itu ketika kita buka bersama di sekolah, ada hal konyol.Aku tak mau pulang sebelum mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin” untuk dia yang belum aku kenal.Dan finally, aku berhasil mengucapkan itu atas kenekatan temanku.Thanks Terimakasih teman-temanku
Tau gak sih? Gue gak bisa tidur semaleman.HAHAHA
Setelah itu sekolah libur.Ada suka ada gaknya.Gue pengennya sekolah dan setiap hari sanlat HUAHAHAHA (frontal).Gue nunggu berhari-hari ya.
KAPAN SIH MASUK SEKOLAH? Hehehe
Jangan deh jangan di hiraukan.Itu adalah, perkataan gak waras yang keluar dari pikiran seseorang yang sedang tertekan rindu.HAHAHA
***
Setelah beberapa minggu berlalu.........
AKHIRNYA! Sekolah juga.HAHAHAHA
Meskipun gue agak-agak ada perasaan malas.Dari pada pikiran gue selalu gak jelas karena tertekan rindu YANG gak jelas juga.Pagi itu aku pergi ke sekolah dengan penuh semangat dan berharap melihatnya (dari jauh).
Ya mungkin rindu itu mengizinkanku untuk berpapasan dengannya, ya meski dia gak sadar.
Waw ternyata semangat gue gak sia-sia pagi itu! HAHAHA (ya gak paul?huahahaha)
Sekarang dan sampai tulisan ini aku buat adalah hari ketiga aku kembali ke sekolah.Dan sebanyak itu juga kekonyolan dan kekurangkerjaan gue terjadi.
BAHKAN, temen-temen gue pun menyadarinya kok!
Mau tau? yah kalian yang baca sih pasti tau gimana kekurangkerjaan gue.Ya benar! Gue gak mau pulang kalo gak liat dia (yang merasa di harap tenang dan jangan terbang).
Asli itu perbuatan gue sepanjang jalan yang paling GAK PENTING!
Ada lagi yang harus kalian cermati.
1. Gue jadi sering gak napsu makan (nyak gue pun menyadari itu).
2. Meski gue pulang awal ujung-ujungnya gue balik pas sekolah udah sepi (sudah memakan banyak korban yang menemani hahaha).
3. Kalo hari itu ketemu pasti malemnya gue agak susah tidur (ngerasa kok gue).
Baru itu kok yang gue sadari, selebihnya gak tau lagi gue.
Oh ya udah mau closing nih karena gue juga udah mulai agak ngantuk.Akan aku beri penjelasan atas itu semua.
..................................
............................................
.....................................................
Sandiwara cinta -shaffix
.............................................................
...............................................................................
Kalian tau?
Semenjak itu aku selalu berdoa dan berdoa sama Allah.
Ya Allah, maaf atas semua perasaan yang ada kini
Ya Allah, aku berharap semua yang datang adalah dari CintaMu
Apabila ini rasa kagum, jangan Kau buat aku lebih mengagumi makhlukMu banding Engkau yang menciptakanku
Ya Allah, Kau yang tau isi hatiku, aku mohon untuk yang terbaik bagiku.
Siapapun yang menurutMu baik, Dekatkanlah.Siapapun.
Ya Allah, Kau yang tau maksud dari semua airmataku, aku mohon ketegaran yang LEBIH untuk menjaga hatiku
Yang Maha membolak-balikan hati, Kuatkanlah aku dalam agamamu.
Ya itu sebagian dari apa yang aku mohon.Hanya Aku dan Tuhanku yang tau.
Untukmu yang ku kagumi,
Terimakasih telah menguji kesetiaanku
Terimakasih telah menguji kekuatan hatiku
Terimakasih telah beri pelajaran yang berarti untukku
Dan untuk semuanya,
Semoga rasa kagum ini hanya sebatas itu.Semoga.
Aku tau kau sungguh mencintai Tuhanmu, semoga aku tak salah ya menyebutmu seperti itu.
Karena aku pun mencintai Tuhanku.
Terimakasih.
Dan untukmu Muhammad Ridho Rahman,
Jangan kira aku tak menunggu,
Jangan kira aku lupa janji itu,
aku sudah sadar.
Sekarang kita berusaha mengejar mimpi,
Sukses dalam segala hal
Belajar menata diri untuk lebih baik
Itu kan yang kita harapkan?
Kau yang ada di dhuhaku tahajudku tak akan pernah aku lupa.
Bersama atau tidaknya aku denganmu, selalu ada doa untukmu
Semoga apa yang Kau dan Aku cita-citakan dulu tercapai,
Dan harus ingat,
Kalo jodoh kita pasti bertemu lagi. :)
Yang terakhir, Ramadhan akan selalu memberikan kebahagiaan.Selalu.Semu ataupun abadi.:)
-untukmu yang aku kagumi dan untukmu yang aku tunggu-
Bismillah, (jujur) aku menangis menulis ini.Semoga Allah tetap menyayangiku.
Ya, seperti yang aku bilang.Entah kenapa aku selalu merasa Ramadhan selalu ada kebahagiaan di situ.Entah yang semu atau yang abadi, tapi yang aku rasakan selalu semu.Mungkin aku akan merasakan yang abadi nanti (insyaallah).
Hari itu ada rapat yang di peruntukkan untuk ketua kelas,sekretaris dan bendahara untuk pelaksanaan pesantren kilat bahasa gampangnya sanlat.Dari tahun ke tahun selama aku bersekolah di SMA ini kegiatan itu rutin di adakan setiap bulan ramadhan dan sampai saat ini tahun terakhirku di sini masih tetap menjadi kegiatan yang (harus) ada pada bulan Ramadhan.
Awalnya (sumpah dan jujur) gue males banget buat ikut rapat.Karena gue bendahara kelas yah mau gak mau harus kumpul.Sekali lagi (sumpah) gue males banget.Udah gitu yah rapatnya ngaret.Ya menurut gue ngaret banget.Gue ampe bosen nunggunya ngotak-ngatik pensil sama kertas gak jelas, bolak-balik opera mini buka Facebook ampe bosen (masyaallah).Ya ini ciel (mungkin) cara melatih kesabaran dan saya (akhirnya) bersabar.
Seperti ikan yang dapet air waktu dia kehabisan nafas.Akhirnya panitia yang ngajak rapat dateng juga (alhamdulillah).Di mulailah rapat dan bla bla bla bla seseorang berbicara dan aku tak tau dia siapa (ketauan gak merhatiin sih) yah tapi setidaknya gue dengerin kok.Tiba-tiba ya gue ngomong (dalam hati) waw hebat juga nih yang ngomong.Waktu gue liat (subhanallah) dia SIAPA?gue baru liat ada adek kelas gue yang mukanya dan dan daaaan hehehe gue bilang hebat.Cara ngomongnya itu looh yang buat gue tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang DIA (cihuuuy).
Oh ya gue sempet bilang sama temen gue si Dea (sekretaris kelas)
“eh de imut yah?”
“siapa?”
“itu yang ngomong”
“ah biasa ajaaa”
Huaah bagi gue? INI pertama kalinya looh.Selama ini gue cuek-cuek aja soalnya sama adek kelas.Ah plis ciel jangan ada apapun dalam otakmu! Di situ gue istigfar banyak-banyak looh ya Allah jangan ya Allah jangaaaaaaaaaaaan!
Selesai rapat yah biasa aja seakan tak terjadi apa-apa tadi pada pandanganku pada hatiku ataupun otakku.Udah lupa anggapanku.
(gak muna) ternyata otak gue.Di rumah gue masih mikir itu SIAPA SIH?
***
Oke sanlat hari pertama mulai (dimulai).Tadinya aku tak mau jujur atau cerita sama siapa-siapa.Akhirnya aku buka mulut deh untuk bertanya SIAPA dia?
Aku bertanya pada teman dekatku.
“eh itu siapa sih?”
“oooh ituu si (sensor) diakan anak (sensor) kenapa ciel?suka ya?”
Seakan di pojokkan dengan pertanyaan itu.
“oh gak kok cuma nanya aja, keren ya”
“biasa aja”
AH, tapi bagiku tidak begitu.Bagiku dia dia diaaa yah begitulaah.
Hari-hari terus dan terus mengizinkanku untuk bertemu dengannya, yah meskipun hanya melihat dari jauh.Tapi faktanya, entah kenapa yaa hatiku selalu merasa bahagia.
Orang berfikir ada yang lain ya di diriku.Tampaknya aku suka, baru tampaknya loh belum tentu hati.
Padahal aku berjanji, bukan berjanji juga sih ya tapi PUNYA keinginan di ramadhan kali ini dan setelahnya aku BISA jadi lebih baik lagi.Aku khatamkan al-quran, dhuhaku tak ada yang bolong, tahajudku berjalan, lima waktuku tak ketinggalan, tarawihku pun sama serta yang lain-lainnya.Yah masa iya TIGA tahun di pesantren tak ada yang membekas kan malu sama diri sendiri juga sama sang Maha Agung.Ya, setiap orang pasti selalu ingin berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi bukan? Begitupun aku.
Tapi siapa yang tau? Atas apa yang Tuhan takdirkan untuk makhluk ciptaanNya.
Aku merasa Tuhan benar-benar membolak-balikan hatiku saat itu.Ya, aku sempat menangis karenanya.Karena merasa tak dapat menjaga keseimbangan hati.Merah jambu selalu datang, tentu saja wajar.Karena yang aku pelajari di pelajaran biologi, seseorang pada masa pubertasnya atau pada masa peralihan dari anak-anak menuju remaja pasti akan ada sedikit atau bahkan sering merasakan sesuatu atau perasaan ketertarikan terhadap lawan jenisnya.Orang biasa menyebutnya dengan virus merah jambu alias jatuh cintrong!.
Oh Tuhan, tapi aku mohon.Jangan terjadi (lagi) padaku.
Mengertilah hati, aku sedang menunggu janji.Aku sedang pelajari diri.Aku ingin mengejar mimpi.Aku mohon.Dan semoga Tuhan mengizinkan.Semoga.
Semakin hari semakin aku ingin terus melihatnya loh.Entah kenapa kalo gak liat kayaknya ada sesuatu yang kurang di hari itu, berlebihan ya? Biarlah, aku sedang khilaf kali.HAHAHA
***
Di sela itu aku mendapat pesan singkat dari seseorang yang aku anggap seperti kakakku sendiri.
Ketika kau merasa lelah dan tak berdaya dari semua usaha yang sepertinya sia-sia, Allah tau betapa kerasnya kau berusaha..
Ketika kau menangis sekian lama dan hatimu masih terasa sedih, Allah sudah menghitung tetes-tetes airmatamu..
Ketika kau fikir hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu terasa berlalu begitu saja, Allah sedang menunggu bersamamu...
Ketika kau sedang sendirian dan teman-teman melupakanmu, Allah selalu ada di sisimu..
Ketika kau fikir kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu harus berbuat apalagi, Allah punya jawabannya..
Hey pembaca, pasti kalian mengerti kan kesedihan apa yang baru saja aku alami teman? Kalian pasti mengerti.Tentang dia yang berada di kota sebrang.
Kalian tau? Mungkin Allah menghitung tetes-tetes airmataku (mungkin) dan semoga.Aku fikir dengan hal ini Allah memberi kebahagiaan lain.Di pertemukan dengan seseorang yang belum aku kenal.
Aku hanya kenal nama, tau muka tapi tak berani untuk bertutur sapa HAHAHA (ketawa miris tuh).
Oh ya, ada kejadian nekat kalo kalian ingat.Aku pernah cerita kok.Waktu itu ketika kita buka bersama di sekolah, ada hal konyol.Aku tak mau pulang sebelum mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin” untuk dia yang belum aku kenal.Dan finally, aku berhasil mengucapkan itu atas kenekatan temanku.Thanks Terimakasih teman-temanku
Tau gak sih? Gue gak bisa tidur semaleman.HAHAHA
Setelah itu sekolah libur.Ada suka ada gaknya.Gue pengennya sekolah dan setiap hari sanlat HUAHAHAHA (frontal).Gue nunggu berhari-hari ya.
KAPAN SIH MASUK SEKOLAH? Hehehe
Jangan deh jangan di hiraukan.Itu adalah, perkataan gak waras yang keluar dari pikiran seseorang yang sedang tertekan rindu.HAHAHA
***
Setelah beberapa minggu berlalu.........
AKHIRNYA! Sekolah juga.HAHAHAHA
Meskipun gue agak-agak ada perasaan malas.Dari pada pikiran gue selalu gak jelas karena tertekan rindu YANG gak jelas juga.Pagi itu aku pergi ke sekolah dengan penuh semangat dan berharap melihatnya (dari jauh).
Ya mungkin rindu itu mengizinkanku untuk berpapasan dengannya, ya meski dia gak sadar.
Waw ternyata semangat gue gak sia-sia pagi itu! HAHAHA (ya gak paul?huahahaha)
Sekarang dan sampai tulisan ini aku buat adalah hari ketiga aku kembali ke sekolah.Dan sebanyak itu juga kekonyolan dan kekurangkerjaan gue terjadi.
BAHKAN, temen-temen gue pun menyadarinya kok!
Mau tau? yah kalian yang baca sih pasti tau gimana kekurangkerjaan gue.Ya benar! Gue gak mau pulang kalo gak liat dia (yang merasa di harap tenang dan jangan terbang).
Asli itu perbuatan gue sepanjang jalan yang paling GAK PENTING!
Ada lagi yang harus kalian cermati.
1. Gue jadi sering gak napsu makan (nyak gue pun menyadari itu).
2. Meski gue pulang awal ujung-ujungnya gue balik pas sekolah udah sepi (sudah memakan banyak korban yang menemani hahaha).
3. Kalo hari itu ketemu pasti malemnya gue agak susah tidur (ngerasa kok gue).
Baru itu kok yang gue sadari, selebihnya gak tau lagi gue.
Oh ya udah mau closing nih karena gue juga udah mulai agak ngantuk.Akan aku beri penjelasan atas itu semua.
..................................
............................................
.....................................................
Sandiwara cinta -shaffix
.............................................................
...............................................................................
Kalian tau?
Semenjak itu aku selalu berdoa dan berdoa sama Allah.
Ya Allah, maaf atas semua perasaan yang ada kini
Ya Allah, aku berharap semua yang datang adalah dari CintaMu
Apabila ini rasa kagum, jangan Kau buat aku lebih mengagumi makhlukMu banding Engkau yang menciptakanku
Ya Allah, Kau yang tau isi hatiku, aku mohon untuk yang terbaik bagiku.
Siapapun yang menurutMu baik, Dekatkanlah.Siapapun.
Ya Allah, Kau yang tau maksud dari semua airmataku, aku mohon ketegaran yang LEBIH untuk menjaga hatiku
Yang Maha membolak-balikan hati, Kuatkanlah aku dalam agamamu.
Ya itu sebagian dari apa yang aku mohon.Hanya Aku dan Tuhanku yang tau.
Untukmu yang ku kagumi,
Terimakasih telah menguji kesetiaanku
Terimakasih telah menguji kekuatan hatiku
Terimakasih telah beri pelajaran yang berarti untukku
Dan untuk semuanya,
Semoga rasa kagum ini hanya sebatas itu.Semoga.
Aku tau kau sungguh mencintai Tuhanmu, semoga aku tak salah ya menyebutmu seperti itu.
Karena aku pun mencintai Tuhanku.
Terimakasih.
Dan untukmu Muhammad Ridho Rahman,
Jangan kira aku tak menunggu,
Jangan kira aku lupa janji itu,
aku sudah sadar.
Sekarang kita berusaha mengejar mimpi,
Sukses dalam segala hal
Belajar menata diri untuk lebih baik
Itu kan yang kita harapkan?
Kau yang ada di dhuhaku tahajudku tak akan pernah aku lupa.
Bersama atau tidaknya aku denganmu, selalu ada doa untukmu
Semoga apa yang Kau dan Aku cita-citakan dulu tercapai,
Dan harus ingat,
Kalo jodoh kita pasti bertemu lagi. :)
Yang terakhir, Ramadhan akan selalu memberikan kebahagiaan.Selalu.Semu ataupun abadi.:)
-untukmu yang aku kagumi dan untukmu yang aku tunggu-
Wednesday, 25 August 2010
Ketika Aku dan Bulan, Tuhan Simetriskan--
bingung ya mau nulis apa?
Tapi yang gue rasa indah banget waktu ngeliat bulan tadi pagi.
Rasa rasanya Tuhan mensimetriskan aku dan bulan sehingga aku bisa berbagi kesedihan kebahagiaan yang aku rasakan hari ini.
Sangat tentram nelihat bulatan cahaya yang sempurna di temani langit hitam dan hiasan awan mendung di sisinya
atsilR--
Tapi yang gue rasa indah banget waktu ngeliat bulan tadi pagi.
Rasa rasanya Tuhan mensimetriskan aku dan bulan sehingga aku bisa berbagi kesedihan kebahagiaan yang aku rasakan hari ini.
Sangat tentram nelihat bulatan cahaya yang sempurna di temani langit hitam dan hiasan awan mendung di sisinya
atsilR--
Thursday, 19 August 2010
aku tak ingin jauh meninggalkannya, Tuhan...
memang,
sudah kurang lebih lima tahun kenangan itu jauh kutinggalkan.
bukan, bukan aku yang mau meninggalkan itu semua tapi waktu yang membawaku pergi jauh meninggalkan semua itu.
bukan, bukan juga aku ingin melupakan jauh kenangan itu.justru aku mau mengingatnya lebih dan lebih kuat lagi.
terlebih lagi jika suara-suara itu terngiang kembali dan terasa terdengar dekat dengan diriku.
rasanya, aku ingin bergulat dengan waktu.
bukan, bukan untuk menyalahkannya karena menjauhkanku dari sahabat-sahabat terbaikku.melainkan untuk memulai berkerja sama untuk menjaga kuat sesuatu yang indah yang ada dalam hidupku.
rasanya, aku tak ingin jauh meninggalkannya, Tuhan...
atsilR.
sudah kurang lebih lima tahun kenangan itu jauh kutinggalkan.
bukan, bukan aku yang mau meninggalkan itu semua tapi waktu yang membawaku pergi jauh meninggalkan semua itu.
bukan, bukan juga aku ingin melupakan jauh kenangan itu.justru aku mau mengingatnya lebih dan lebih kuat lagi.
terlebih lagi jika suara-suara itu terngiang kembali dan terasa terdengar dekat dengan diriku.
rasanya, aku ingin bergulat dengan waktu.
bukan, bukan untuk menyalahkannya karena menjauhkanku dari sahabat-sahabat terbaikku.melainkan untuk memulai berkerja sama untuk menjaga kuat sesuatu yang indah yang ada dalam hidupku.
rasanya, aku tak ingin jauh meninggalkannya, Tuhan...
atsilR.
Tuesday, 17 August 2010
selamat ulang tahun indonesia,semoga tetap berjaya ;)
65 tahun yang lalu,
berjuang dalam 1 kesatuan...
untuk mencapai kemerdekaan...
penuh dengan cobaan Sang Kuasa..
tetap berjuang,
bermandi keringat...
bermandi darah...
relakan nyawa...
sakit untuk di rasa, tapi bangga untuk di kenang...
tak harap pujian.
hanya ingin kemerdekaan...
para pejuang kehidupan...
selamat ulang tahun indonesia, semoga tetap berjaya ;)
17 agustus 1945-17 agustus 2010
atsilR-
Sunday, 15 August 2010
nyanyian hari-hariku--
Satu ribu, dua ribu, tiga ribu dan bercampur logam-logam kuning ini uang yang terkumpul hanya berjumlah empat ribu rupiah saja!. Bagaimana aku bisa setoran pada bang jek hari ini sedangkan hasilku hanya empat ribu rupiah saja dan jauh dari kata lima belas ribu rupiah sesuai koran yang aku jajakan pada hari ini yang berjumlah lima belas koran.belum lagi aku harus beli obat untuk emak yang sakit dan adikku pasti kelaparan.dan kemarahan bang jek tentunya yang tak kalah menarik untuk menghiasi nyanyian di hari ku ini.panas matahari yang terik, jarum jam yang terus berjalan, kendaraan yang berlalu lalang yang meninggalkan “hiasan” yang berarti untuk kota.ya debu pun setia menemaniku menjajakan koran.demi emak demi adikku dan demi hidupku hari ini.
“koran....koraaaaaaann...koraaaan pa,bu,om,tante koran hari ini berita baru berita baru, seribu saja seribu saja......”
Masih ada sebelas koran lagi.sekarang sudah jam satu siang.aku sempatkan untuk memohon kepada Tuhan agar di beri kemudahan hari ini.di empat rakaat dzuhurnya.
Tenggorokan rasanya sangat kering, ingin membasahinya.tapi, tak ada apa-apa di saku celana sekolahku.tandanya aku harus berteriak lebih keras lagi.
“KORAAAAAAN...KORAAAAANNN PA,BU,OM,TANTE KORANYAAAAAA.....”
Huh, seperti tak ada guna aku berteriak sekeras apapun.sekarang jam dua siang di jam kota.tapi lagi-lagi koran masih bertahan dengan jumlahnya.tinggal sebelas koran lagi.
Aku terus meyakinkan diriku bahwa rezeki pasti akan datang.aku menunggu.
Di pinggir jalan aku terduduk dengan bayang-bayang hidupku.ingat emak di rumah, adik-adikku pasti kelaparan.ah andai abah masih di beri waktu oleh sang Maha Penyayang.
Hah, sangat lucu hidup ini.dimana pemimpin yang dipercaya bertugas mensejahterakan rakyatnya?dimana mereka?apa mereka sedang menyiapkan segalanya untuk rakyat di ruang rapat?ataukah mungkin mereka hanya duduk dan bersenda gurau menyebutkan merek mobil terbaru yang akan mereka dapatkan?atau membicarakan tempat wisata yang akan mereka datangi pada liburan nanti?atau membicarakan dimana LAGI kita akan makan malam yang mewah bersama-sama?
Sedang aku dan yang lain masih harus berpanas-panasan mencari sesuap nasi demi terjalinnya kehidupan.
Tuhan, mengapa?
Begitu keras kehidupan ini jika tak ada rasa sabar dan ikhlas di dalamnya.dalam memaknai nikmat yang Engkau selalu berikan pada kami.
“dek, permisi....dek, dek....”
“oh iya, ada apa kak?”
“maaf menganggu, adik ini menjual koran hari ini kan?”
“ya benar sekali kak, kakak mau membelinya?”
“iya, saya mau beli semuanya dek, berapa semuanya?”
“semuanya sebelas ribu kak, korannya tinggal sebelas saja.”
“oh ya sudah saya ambil semuanya ya, ini uangnya duapuluh ribu.selebihnya ambil saja ya dik”
“tidak usah kak, ini uang kakak”
“dek, rezeki itu tidak boleh di tolak ya”
“wah, terimakasih ya kak”
“iya sama-sama”
Jauh dalam bayang-bayang rasanya aku tak percaya, aku yang sedari tadi duduk memikirkan dimana pemimpinku? Lalu berderai airmata hingga akhirnya tertidur dikasur rumput dengan panas terik matahari jam tiga sore.tiba-tiba di bangunkan dan mendapat apa yang aku harapkan.
Jam empat sore, satu jam lagi aku harus membawa setoran ke bang jek di gudang pinggir kota.koranku terjual habis hari ini, tandanya amarah bang jek tak akan jadi hiasan unukku di hari ini.dan uangnya lebih sembilan ribu rupiah, untukku.dari bang jek aku hanya mendapatkan limaribu rupiah saja untuk sekali jalan BILA koran habis.tapi jika TIDAK? Aku harus mendengarkan kemarahannya dengan rasa takut yang teramat.takut jika dia tak sadarkan diri bisa menggebukiku.
Jam lima sore di jam kota, aku berjalan menuju gudang untuk memberi setoran hari ini pada bang jek.sudah berkumpul di sana teman-temanku yang lain yang bernasib sama menjajakan koran.segera aku dekati bang jek yang duduk dengan kaki di angkat ke meja dengan mulut di penuhi asap dan tangan di penuhi uang-uang hasil setoran.
“heh gundul mane setoran lu hari ini?habis kaga tu koran?”
“ini bang semuanya lima belas ribu rupiah, korannya terjual habis”
“oke kerja lu bagus, lu gue kasih lebih dah buat hari ini, nih uangnye lu ambil semua buat lu, gue denger emak lu lagi sakit?yaudah sekarang lu balik beli obat buat emak lu”
“hah?bang makasih bang makasih banyak bang, saya pamit pulang dulu”
“iye, salam buat emak lu ye”
“iye bang”
Huh, aku tak percaya.
LAGI Allah menunjukan rasa sayangnya padaku.aku tak percaya, bang jek yang terkenal sangat sangar itu masih memiliki perasaan.aku sangat terharu.terimakasih Ya allah untuk nikmat yang Kau beri padaku hari ini.
Aku kembali menyusuri jalan kota sore ini, kali ini bukan untuk menjajakan koran tapi untuk mencari toko obat.untuk membeli obat emak.setelah lama aku bekeliling akhirnya aku menemukan toko obat dan langsung aku beli obat yang di haruskan untuk emak.
Tanpa mengulur waktu, aku kembali berjalan untuk membeli sedikit makanan dengan sisa uangku hari ini untuk emak dan adikku di rumah.aku beli beberapa kue basah, nasi beserta lauk-pauknya.tidak banyak memang.tapi, setidaknya perut mereka terisi hari ini dan tidak kelaparan.aku kembali berjalan untuk pulang ke rumah agar tidak telat sampai di rumah dan tidak kemalaman sampai rumah.
Sudah terasa angin perkumpulan rumah kumuh yang aku tempati di pinggir kota.tidak indah dan tidak mewah memang.tapi aku bahagia disini.tak ada kejahatan,semua warga saling menghormati.tak ada kecurangan, karena semua warga saling melengkapi.aku bahagia disini.
Bukan berarti aku tidak mempunyai mimpi, bukan berarti aku tak mempunyai cita-cita, bukan berarti aku tak punya harapan.aku juga punya semua yang ku impikan.sama seperti mereka yang hidup serba ada serba mewah serba semuanya.tapi kadang mereka tidak bahagia.mungkin karena terlalu sering hidup di manjakan.
Segera aku ketuk pintu rumahku yang terbuat dari papan bekas yang di buat abah bertahun-tahun lalu.dengan bilik bambu yang mulai reot dan sudah cukup tua.adikku dengan wajah penuh harap membukakan pintu untukku.langsung terlihat di pojok rumah emak sedang terkulai lemas karena sakit.adikku langsung menyambar bungkusan yang aku bawa.
“ini apa kak?”
“itu makanan untuk kamu dan emak,ada juga obat”
“wah kita makan hari ini!”
“iya adikku, hari ini kakak dapat rezeki lebih”
Emak hanya tersenyum kecil melihat kegembiraan adikku yang melahap makanan dengan cepat.wajahnya terlihat ceria.sayang, wajah ceria yang memiliki banyak mimpi itu miliki keterbelakangan mental.ya,adikku tidak seperti anak-anak yang lain.dia lahir dengan keterbelakangan mental.karena kehidupan kami yang pas-pasan emak dan abah tak mampu untuk mengobati adikku dengan layak. mendapat therapy ini itu ataupun hal semacamnya yang mendorong kerja otaknya agar lebih cepat.tapi dia miliki banyak mimpi.dia ingin jadi presiden katanya.biar bisa ajak emak keliling dunia dan membuatkan aku dan emak rumah yang layak.
Tapi aku kuatkan mimpi besarnya itu.bahwa tidak harus jadi presiden kalo kamu ingin mengajak emak berkeliling dunia.tidak harus jadi presiden kalau kamu ingin membuatkan tempat tinggal yang layak untuk emak dan kakak.jadilah apa yang kamu bisa adikku, dan mimpimu akan nyata.
“no, dapat dari mana obat dan makanan itu?”
“itu mak dari hasil jualan koran hari ini, dan bang jek memberikan semua uangnya untukku,untuk beli obat emak”
“baik sekali abangmu itu, sampaikan salam emak padanya ya, badan emak mulai enakan setelah minum obat”
“syukurlah mak, emak istirahat saja biar besok sudah sembuh”
“yasudah kamu tidur, besok pagi kan kamu harus sekolah”
“baik mak”
Aku masih beruntung.masih bisa mengenyam dunia pendidikan.untungnya ada dana untuk anak-anak yang kurang mampu.sehingga aku masih bisa belajar sama seperti anak-anak yanga lain.
Tak hanya itu, aku pun mendapatkan beasiswa sampai tamat sekolah menengah atas karena aku berturut-turut menjadi juara kelas selama enam tahun belajar di sekolah dasar.pemerintah kota yang memberiku beasiswa agar aku bisa tetap belajar.
Sayang, abah sudah lama pergi.andai abah masih ada.aku ingin sekali membuat dia tersenyum karena prestasi-prestasiku di sekolah.aku memang anak rumah kumuh,aku memang anak kurang mampu,aku memang penjual koran.tapi aku punya mimpi.aku punya mimpi besar.
------------------------------------------------------
Pagi datang.seperti biasa aku bangun saat adzan subuh berkumandang.aku langsung mengambil air wudhu dan langsung menunaikan dua rakaat pagiNya.semoga Allah memudahkan apa yang aku kerjakan pada hari ini.selepas shalat aku membantu emak untuk mencuci pakaian kami.lalu mandi dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.
Dengan pakaian seragam yang sudah putih kecoklatan dan warna celana abu-abu yang sudah mulai memudar aku berjalan menuju sekolah.seragam yang aku pakai bukan seragam yang ku beli sendiri.tapi, itu seragam bekas pemberian temanku.emak tak punya cukup uang untuk membeli.jangankan beli seragam, untuk sesuap nasipun emak harus membanting keras tulangnya.
Aku harus berjalan kurang lebih dua kilometer dari rumah menuju sekolah.bukan jarak yang dekat jika di tempuh dengan berjalan kaki.mau gimana lagi?aku bukan orang yang punya segalanya.di banding teman-temanku yang lain.mereka setiap pagi dengan mudahnya pergi ke sekolah dengan sepeda motornya dan hampir setiap hari aku mendengar mereka membicarakan merek-merek motor terbaru dengan mesin yang lebih bagus dan apapun itu macamnya.sedangkan aku?aku diam dan hanya diam memikirkan.makan apa aku hari ini?
Tak banyak yang mau berteman dengan ku.ya, karena aku anak kumuh alasannya.mereka bangga dengan kekayaan yang mereka punya sampai tak ada hati untuk berteman dengan seorang AKU?
Di kelas aku belajar dengan normal.aku hanya mempunyai beberapa teman baik.selebihnya akan menjadi temanku ketika ujian atau ulangan saja.tak masalah bagiku.aku di sekolah untuk belajar terus belajar agar aku bisa wujudkan mimpiku.demi emak,demi abah,demi adikku dan demi hidupku.
Seusai pulang sekolah aku langsung pergi ke gudang pinggir kota untuk mengambil koran di bang jek dan menjajakannya seperti hari-hari biasanya.aku hanya mengambil beberapa koran dan tanpa pikir panjang aku langsung pergi menjajakan di sekitar jalan ibukota.perasaanku hari ini tidak enak seperti ada yang mengganjal.aku tiba-tiba kangen emak.tadi sebelum aku berangkat sekolah emak berpesan agar aku pulang lebih cepat.
“no, nanti siang kamu jualan koran lagi?”
“iya mak, seperti biasa.memangnya ada apa mak?”
“kamu pulang cepat ya no, badan emak masih tidak enak.jaga adikmu”
“iya mak, tono usahakan agar bisa pulang cepat”
Pembicaraan itu semakin terdengar di telingaku rasa-rasanya ini sangat mengebu-gebu.ada apa ini?aku takut terjadi apa-apa.aku gak mau kehilangan emak.aku sayang emak.
“tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnn....tiiiiiiiiiiiiinnnnnnnn!!!!!!”
“heh kalo jalan tuh liat-liat kalo kamu ketabrak saya juga yang repot”
“maaf-maaf om maafkan saya maaf”
“ah sudah pergi sana! Jangan menghalangi jalan!”
“iya om,saya minta maaf”
Ah perasaanku benar-benar tidak enak.rasanya ada yang mengganjal di ulu hati ini.sampai-sampai aku di tegur pengguna jalan yang lain karena aku terdiam dengan tatapan kosong sampai tak sadarkan diri ada mobil yang hampir saja menabrakku.
Terbesit untuk langsung kembali pulang ke rumah.aku tak peduli dengan koran-koran yang seharusnya aku jajakan hari ini.yang terpenting aku bisa cepat sampai ke rumah dan bertemu dengan emak.semakin mendekat semakin mendekat hatiku semakin tidak tenang.
Tuhan, kepadaMu aku serahkan hidupku....
Benar saja. ketidaktenanganku itu membuahkan bukti.rumahku terlihat ramai tak seperti biasanya.ada apa ini?mana emak?mana adikku?
Yang terlihat wajah muram aneh orang-orang yang sedari tadi memenuhi rumahku.
“pak, ada apa ramai sekali?emakku mana?”
“no, yang sabar ya nduk”
“pak, saya tak mengerti”
“emakmu pergi no, kata bu dokter emakmu tak tertolong penyakitnya sudah parah”
Rasanya airmata ini tak malu lagi menghiasi pipiku.aku tak tau cobaan apalagi yang datang kepadaku di hari itu yang menghiasi nyanyian hari hidupku.aku ingin menjerit keras dan meminta kepada Tuhan agar hari itu tidak pernah datang kepadaku.emak pergi emak pergi menyusul abah.emak pergi secepat itu.hatiku meringgis hatiku kembali berderai airmata.aku tak sanggup rasanya menjalani hidup tanpa kehadiran emak.sosok ibu yang tak kenal menyerah.sosok ibu yang sungguh menenangkan hati.
“no, sudah jangan terus di tangisi”
“iya mbak,aku sudah ikhlas insyaallah”
“yasudah, lebih baik kau tegar untuk adikmu,kasihan dia tak mnegerti apa-apa”
“iya mbak,aku mencoba tegar”
“sudah masih ada mbak ko, kalau ada apa-apa kamu bisa bilang ke mbak ya no”
“mbak, terimakasih banyak ya sudah banyak membantu”
“iya, sudah sana kamu bersiap untuk mengantar jenazah emakmu ke pemakaman”
“baik mbak”
Entah kata apa lagi yang bisa aku ucapkan ketika melihat wajah polos adikku menangis ketika mengetahui emak sudah pergi dan tak kembali.entah harus bagaimana lagi. rasanya kerja tubuh ini berhenti saat melihat jenazah emak di kuburkan.emak aku sayang emak, tenanglah di sisiNya ibuku sayang.kelak akan ku tunjukkan padamu mimpiku yang nyata.
Tak seharusnya aku terus dalam kesedihan.karena hidup akan terus berjalan.kini aku berjuang sendiri menjaga adik semata wayangku.
Dua bulan sepeninggal emak hasil ujian nasional sekolah menengah atas di umumkan.bersamaan dengan pengumuman beasiswa untuk melanjutkan perguruan tinggi.alhamdulillah namaku ada di sana.aku mendapat penghargaan karena hasil ujianku menjadi nilai tertinggi di sekolahku dan aku mendapat beasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri favorit.tentu bukan hal yang mudah aku mendapat itu semua.dengan penuh perjuanganku selama ini dan tak lepas doa emak dan abah selama ini.
Tak hanya itu.aku mencoba-coba melamar pekerjaan lewat kenalan seorang teman yang bekerja di suatu perusahaan swasta.dan ternyata aku di terima dengan baik di situ.mulailah kehidupan baruku sebagai mahasiswa sekaligus pegawai perusahaan terkenal di ibukota.
Aku mulai menjalani hari-hariku dengan penuh nyanyian dan senyuman indah.betapa Tuhan sangatlah adil.karena kebahagiaan pasti datang setelah kesedihan.
Bukan aku saja yang mendapat hal baru.adikku sekarang bersekolah dengan biaya gratis di sekolah luar biasa.pemerintah yang membiayainya.dia sangat senang dengan hal itu.
Terimakasih ya Allah, atas semua nikmatMu....
Sudah seharusnya aku kuatkan hati untuk semua hal yang aku lakukan di hidupku karena suatu hari itu bisa menjadi penyakit hati.belajarlah dengan sabar dan ikhlas dalam menjalani hidup jangan pernah menyerah.
Nyanyian hari-hari ku semakin terdengar indah.semua ku lewati dengan penuh senyuman.mimpiku sudah ada di depan untuk menuju kebahagiaan.aku lakukan ini demi emak,demi abah,demi adikku dan demi terjalinnya hidupku.terimakasih Tuhan atas nikmat yang selalu Engkau limpahkan.
Emak,abah semoga kalian tenang di sisiNya dan di tempatkan di jannah terindahNya...
Aku di sini masih punya mimpi, aku di sini masih mengejar mimpi.aku menyayangi kalian.
atsilR--15 agustus 2010
“koran....koraaaaaaann...koraaaan pa,bu,om,tante koran hari ini berita baru berita baru, seribu saja seribu saja......”
Masih ada sebelas koran lagi.sekarang sudah jam satu siang.aku sempatkan untuk memohon kepada Tuhan agar di beri kemudahan hari ini.di empat rakaat dzuhurnya.
Tenggorokan rasanya sangat kering, ingin membasahinya.tapi, tak ada apa-apa di saku celana sekolahku.tandanya aku harus berteriak lebih keras lagi.
“KORAAAAAAN...KORAAAAANNN PA,BU,OM,TANTE KORANYAAAAAA.....”
Huh, seperti tak ada guna aku berteriak sekeras apapun.sekarang jam dua siang di jam kota.tapi lagi-lagi koran masih bertahan dengan jumlahnya.tinggal sebelas koran lagi.
Aku terus meyakinkan diriku bahwa rezeki pasti akan datang.aku menunggu.
Di pinggir jalan aku terduduk dengan bayang-bayang hidupku.ingat emak di rumah, adik-adikku pasti kelaparan.ah andai abah masih di beri waktu oleh sang Maha Penyayang.
Hah, sangat lucu hidup ini.dimana pemimpin yang dipercaya bertugas mensejahterakan rakyatnya?dimana mereka?apa mereka sedang menyiapkan segalanya untuk rakyat di ruang rapat?ataukah mungkin mereka hanya duduk dan bersenda gurau menyebutkan merek mobil terbaru yang akan mereka dapatkan?atau membicarakan tempat wisata yang akan mereka datangi pada liburan nanti?atau membicarakan dimana LAGI kita akan makan malam yang mewah bersama-sama?
Sedang aku dan yang lain masih harus berpanas-panasan mencari sesuap nasi demi terjalinnya kehidupan.
Tuhan, mengapa?
Begitu keras kehidupan ini jika tak ada rasa sabar dan ikhlas di dalamnya.dalam memaknai nikmat yang Engkau selalu berikan pada kami.
“dek, permisi....dek, dek....”
“oh iya, ada apa kak?”
“maaf menganggu, adik ini menjual koran hari ini kan?”
“ya benar sekali kak, kakak mau membelinya?”
“iya, saya mau beli semuanya dek, berapa semuanya?”
“semuanya sebelas ribu kak, korannya tinggal sebelas saja.”
“oh ya sudah saya ambil semuanya ya, ini uangnya duapuluh ribu.selebihnya ambil saja ya dik”
“tidak usah kak, ini uang kakak”
“dek, rezeki itu tidak boleh di tolak ya”
“wah, terimakasih ya kak”
“iya sama-sama”
Jauh dalam bayang-bayang rasanya aku tak percaya, aku yang sedari tadi duduk memikirkan dimana pemimpinku? Lalu berderai airmata hingga akhirnya tertidur dikasur rumput dengan panas terik matahari jam tiga sore.tiba-tiba di bangunkan dan mendapat apa yang aku harapkan.
Jam empat sore, satu jam lagi aku harus membawa setoran ke bang jek di gudang pinggir kota.koranku terjual habis hari ini, tandanya amarah bang jek tak akan jadi hiasan unukku di hari ini.dan uangnya lebih sembilan ribu rupiah, untukku.dari bang jek aku hanya mendapatkan limaribu rupiah saja untuk sekali jalan BILA koran habis.tapi jika TIDAK? Aku harus mendengarkan kemarahannya dengan rasa takut yang teramat.takut jika dia tak sadarkan diri bisa menggebukiku.
Jam lima sore di jam kota, aku berjalan menuju gudang untuk memberi setoran hari ini pada bang jek.sudah berkumpul di sana teman-temanku yang lain yang bernasib sama menjajakan koran.segera aku dekati bang jek yang duduk dengan kaki di angkat ke meja dengan mulut di penuhi asap dan tangan di penuhi uang-uang hasil setoran.
“heh gundul mane setoran lu hari ini?habis kaga tu koran?”
“ini bang semuanya lima belas ribu rupiah, korannya terjual habis”
“oke kerja lu bagus, lu gue kasih lebih dah buat hari ini, nih uangnye lu ambil semua buat lu, gue denger emak lu lagi sakit?yaudah sekarang lu balik beli obat buat emak lu”
“hah?bang makasih bang makasih banyak bang, saya pamit pulang dulu”
“iye, salam buat emak lu ye”
“iye bang”
Huh, aku tak percaya.
LAGI Allah menunjukan rasa sayangnya padaku.aku tak percaya, bang jek yang terkenal sangat sangar itu masih memiliki perasaan.aku sangat terharu.terimakasih Ya allah untuk nikmat yang Kau beri padaku hari ini.
Aku kembali menyusuri jalan kota sore ini, kali ini bukan untuk menjajakan koran tapi untuk mencari toko obat.untuk membeli obat emak.setelah lama aku bekeliling akhirnya aku menemukan toko obat dan langsung aku beli obat yang di haruskan untuk emak.
Tanpa mengulur waktu, aku kembali berjalan untuk membeli sedikit makanan dengan sisa uangku hari ini untuk emak dan adikku di rumah.aku beli beberapa kue basah, nasi beserta lauk-pauknya.tidak banyak memang.tapi, setidaknya perut mereka terisi hari ini dan tidak kelaparan.aku kembali berjalan untuk pulang ke rumah agar tidak telat sampai di rumah dan tidak kemalaman sampai rumah.
Sudah terasa angin perkumpulan rumah kumuh yang aku tempati di pinggir kota.tidak indah dan tidak mewah memang.tapi aku bahagia disini.tak ada kejahatan,semua warga saling menghormati.tak ada kecurangan, karena semua warga saling melengkapi.aku bahagia disini.
Bukan berarti aku tidak mempunyai mimpi, bukan berarti aku tak mempunyai cita-cita, bukan berarti aku tak punya harapan.aku juga punya semua yang ku impikan.sama seperti mereka yang hidup serba ada serba mewah serba semuanya.tapi kadang mereka tidak bahagia.mungkin karena terlalu sering hidup di manjakan.
Segera aku ketuk pintu rumahku yang terbuat dari papan bekas yang di buat abah bertahun-tahun lalu.dengan bilik bambu yang mulai reot dan sudah cukup tua.adikku dengan wajah penuh harap membukakan pintu untukku.langsung terlihat di pojok rumah emak sedang terkulai lemas karena sakit.adikku langsung menyambar bungkusan yang aku bawa.
“ini apa kak?”
“itu makanan untuk kamu dan emak,ada juga obat”
“wah kita makan hari ini!”
“iya adikku, hari ini kakak dapat rezeki lebih”
Emak hanya tersenyum kecil melihat kegembiraan adikku yang melahap makanan dengan cepat.wajahnya terlihat ceria.sayang, wajah ceria yang memiliki banyak mimpi itu miliki keterbelakangan mental.ya,adikku tidak seperti anak-anak yang lain.dia lahir dengan keterbelakangan mental.karena kehidupan kami yang pas-pasan emak dan abah tak mampu untuk mengobati adikku dengan layak. mendapat therapy ini itu ataupun hal semacamnya yang mendorong kerja otaknya agar lebih cepat.tapi dia miliki banyak mimpi.dia ingin jadi presiden katanya.biar bisa ajak emak keliling dunia dan membuatkan aku dan emak rumah yang layak.
Tapi aku kuatkan mimpi besarnya itu.bahwa tidak harus jadi presiden kalo kamu ingin mengajak emak berkeliling dunia.tidak harus jadi presiden kalau kamu ingin membuatkan tempat tinggal yang layak untuk emak dan kakak.jadilah apa yang kamu bisa adikku, dan mimpimu akan nyata.
“no, dapat dari mana obat dan makanan itu?”
“itu mak dari hasil jualan koran hari ini, dan bang jek memberikan semua uangnya untukku,untuk beli obat emak”
“baik sekali abangmu itu, sampaikan salam emak padanya ya, badan emak mulai enakan setelah minum obat”
“syukurlah mak, emak istirahat saja biar besok sudah sembuh”
“yasudah kamu tidur, besok pagi kan kamu harus sekolah”
“baik mak”
Aku masih beruntung.masih bisa mengenyam dunia pendidikan.untungnya ada dana untuk anak-anak yang kurang mampu.sehingga aku masih bisa belajar sama seperti anak-anak yanga lain.
Tak hanya itu, aku pun mendapatkan beasiswa sampai tamat sekolah menengah atas karena aku berturut-turut menjadi juara kelas selama enam tahun belajar di sekolah dasar.pemerintah kota yang memberiku beasiswa agar aku bisa tetap belajar.
Sayang, abah sudah lama pergi.andai abah masih ada.aku ingin sekali membuat dia tersenyum karena prestasi-prestasiku di sekolah.aku memang anak rumah kumuh,aku memang anak kurang mampu,aku memang penjual koran.tapi aku punya mimpi.aku punya mimpi besar.
------------------------------------------------------
Pagi datang.seperti biasa aku bangun saat adzan subuh berkumandang.aku langsung mengambil air wudhu dan langsung menunaikan dua rakaat pagiNya.semoga Allah memudahkan apa yang aku kerjakan pada hari ini.selepas shalat aku membantu emak untuk mencuci pakaian kami.lalu mandi dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.
Dengan pakaian seragam yang sudah putih kecoklatan dan warna celana abu-abu yang sudah mulai memudar aku berjalan menuju sekolah.seragam yang aku pakai bukan seragam yang ku beli sendiri.tapi, itu seragam bekas pemberian temanku.emak tak punya cukup uang untuk membeli.jangankan beli seragam, untuk sesuap nasipun emak harus membanting keras tulangnya.
Aku harus berjalan kurang lebih dua kilometer dari rumah menuju sekolah.bukan jarak yang dekat jika di tempuh dengan berjalan kaki.mau gimana lagi?aku bukan orang yang punya segalanya.di banding teman-temanku yang lain.mereka setiap pagi dengan mudahnya pergi ke sekolah dengan sepeda motornya dan hampir setiap hari aku mendengar mereka membicarakan merek-merek motor terbaru dengan mesin yang lebih bagus dan apapun itu macamnya.sedangkan aku?aku diam dan hanya diam memikirkan.makan apa aku hari ini?
Tak banyak yang mau berteman dengan ku.ya, karena aku anak kumuh alasannya.mereka bangga dengan kekayaan yang mereka punya sampai tak ada hati untuk berteman dengan seorang AKU?
Di kelas aku belajar dengan normal.aku hanya mempunyai beberapa teman baik.selebihnya akan menjadi temanku ketika ujian atau ulangan saja.tak masalah bagiku.aku di sekolah untuk belajar terus belajar agar aku bisa wujudkan mimpiku.demi emak,demi abah,demi adikku dan demi hidupku.
Seusai pulang sekolah aku langsung pergi ke gudang pinggir kota untuk mengambil koran di bang jek dan menjajakannya seperti hari-hari biasanya.aku hanya mengambil beberapa koran dan tanpa pikir panjang aku langsung pergi menjajakan di sekitar jalan ibukota.perasaanku hari ini tidak enak seperti ada yang mengganjal.aku tiba-tiba kangen emak.tadi sebelum aku berangkat sekolah emak berpesan agar aku pulang lebih cepat.
“no, nanti siang kamu jualan koran lagi?”
“iya mak, seperti biasa.memangnya ada apa mak?”
“kamu pulang cepat ya no, badan emak masih tidak enak.jaga adikmu”
“iya mak, tono usahakan agar bisa pulang cepat”
Pembicaraan itu semakin terdengar di telingaku rasa-rasanya ini sangat mengebu-gebu.ada apa ini?aku takut terjadi apa-apa.aku gak mau kehilangan emak.aku sayang emak.
“tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnn....tiiiiiiiiiiiiinnnnnnnn!!!!!!”
“heh kalo jalan tuh liat-liat kalo kamu ketabrak saya juga yang repot”
“maaf-maaf om maafkan saya maaf”
“ah sudah pergi sana! Jangan menghalangi jalan!”
“iya om,saya minta maaf”
Ah perasaanku benar-benar tidak enak.rasanya ada yang mengganjal di ulu hati ini.sampai-sampai aku di tegur pengguna jalan yang lain karena aku terdiam dengan tatapan kosong sampai tak sadarkan diri ada mobil yang hampir saja menabrakku.
Terbesit untuk langsung kembali pulang ke rumah.aku tak peduli dengan koran-koran yang seharusnya aku jajakan hari ini.yang terpenting aku bisa cepat sampai ke rumah dan bertemu dengan emak.semakin mendekat semakin mendekat hatiku semakin tidak tenang.
Tuhan, kepadaMu aku serahkan hidupku....
Benar saja. ketidaktenanganku itu membuahkan bukti.rumahku terlihat ramai tak seperti biasanya.ada apa ini?mana emak?mana adikku?
Yang terlihat wajah muram aneh orang-orang yang sedari tadi memenuhi rumahku.
“pak, ada apa ramai sekali?emakku mana?”
“no, yang sabar ya nduk”
“pak, saya tak mengerti”
“emakmu pergi no, kata bu dokter emakmu tak tertolong penyakitnya sudah parah”
Rasanya airmata ini tak malu lagi menghiasi pipiku.aku tak tau cobaan apalagi yang datang kepadaku di hari itu yang menghiasi nyanyian hari hidupku.aku ingin menjerit keras dan meminta kepada Tuhan agar hari itu tidak pernah datang kepadaku.emak pergi emak pergi menyusul abah.emak pergi secepat itu.hatiku meringgis hatiku kembali berderai airmata.aku tak sanggup rasanya menjalani hidup tanpa kehadiran emak.sosok ibu yang tak kenal menyerah.sosok ibu yang sungguh menenangkan hati.
“no, sudah jangan terus di tangisi”
“iya mbak,aku sudah ikhlas insyaallah”
“yasudah, lebih baik kau tegar untuk adikmu,kasihan dia tak mnegerti apa-apa”
“iya mbak,aku mencoba tegar”
“sudah masih ada mbak ko, kalau ada apa-apa kamu bisa bilang ke mbak ya no”
“mbak, terimakasih banyak ya sudah banyak membantu”
“iya, sudah sana kamu bersiap untuk mengantar jenazah emakmu ke pemakaman”
“baik mbak”
Entah kata apa lagi yang bisa aku ucapkan ketika melihat wajah polos adikku menangis ketika mengetahui emak sudah pergi dan tak kembali.entah harus bagaimana lagi. rasanya kerja tubuh ini berhenti saat melihat jenazah emak di kuburkan.emak aku sayang emak, tenanglah di sisiNya ibuku sayang.kelak akan ku tunjukkan padamu mimpiku yang nyata.
Tak seharusnya aku terus dalam kesedihan.karena hidup akan terus berjalan.kini aku berjuang sendiri menjaga adik semata wayangku.
Dua bulan sepeninggal emak hasil ujian nasional sekolah menengah atas di umumkan.bersamaan dengan pengumuman beasiswa untuk melanjutkan perguruan tinggi.alhamdulillah namaku ada di sana.aku mendapat penghargaan karena hasil ujianku menjadi nilai tertinggi di sekolahku dan aku mendapat beasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri favorit.tentu bukan hal yang mudah aku mendapat itu semua.dengan penuh perjuanganku selama ini dan tak lepas doa emak dan abah selama ini.
Tak hanya itu.aku mencoba-coba melamar pekerjaan lewat kenalan seorang teman yang bekerja di suatu perusahaan swasta.dan ternyata aku di terima dengan baik di situ.mulailah kehidupan baruku sebagai mahasiswa sekaligus pegawai perusahaan terkenal di ibukota.
Aku mulai menjalani hari-hariku dengan penuh nyanyian dan senyuman indah.betapa Tuhan sangatlah adil.karena kebahagiaan pasti datang setelah kesedihan.
Bukan aku saja yang mendapat hal baru.adikku sekarang bersekolah dengan biaya gratis di sekolah luar biasa.pemerintah yang membiayainya.dia sangat senang dengan hal itu.
Terimakasih ya Allah, atas semua nikmatMu....
Sudah seharusnya aku kuatkan hati untuk semua hal yang aku lakukan di hidupku karena suatu hari itu bisa menjadi penyakit hati.belajarlah dengan sabar dan ikhlas dalam menjalani hidup jangan pernah menyerah.
Nyanyian hari-hari ku semakin terdengar indah.semua ku lewati dengan penuh senyuman.mimpiku sudah ada di depan untuk menuju kebahagiaan.aku lakukan ini demi emak,demi abah,demi adikku dan demi terjalinnya hidupku.terimakasih Tuhan atas nikmat yang selalu Engkau limpahkan.
Emak,abah semoga kalian tenang di sisiNya dan di tempatkan di jannah terindahNya...
Aku di sini masih punya mimpi, aku di sini masih mengejar mimpi.aku menyayangi kalian.
atsilR--15 agustus 2010
Wednesday, 7 July 2010
07072010--
tujuh juli duaribu sepuluh.
21:34.
sebenernya bingung juga apa yg mau di tulis sekarang,tapi berhubung hari ini adalah hari yg mnurut gue bagus aja.jelas tuh karna ini hari tanggal 7 bulan 7 tapi sekarang beda tahunnya bukan 2007 tapi 2010.
gak tau kenapa ya daridulu gue cinta banget sama angka 7,gue lahir tgl 7 meski bukan bulan 7, gue masuk SMP gue dapet angkatan 7 dan ya inilah yg membuat diriku kuat, sahabat.
hari ini,aku sangat rindu dengan mereka.sangat Tuhan.
hm.
sahabat,
andai aku dapat dan bisa meminta aku tak pernah di pisahkan oleh kalian semua, aku akan meminta.
andai aku dapat dan bisa meminta terus bersama kalian semua setiap harinya setiap waktunya setiap siangnya setiap malamnya setiap panasnya setiap hujannya,
percayalah. aku akan meminta.
TAPI?lihat?
ini yang ada.
mau aku berteriak sekeras apapun sejauh apapun aku berlari setinggi apapun aku terbang dan sebanyak apapun aku membuat candi layaknya cinta bandung bondowoso kepada roro jonggrang?
itu semua tidak akan mengembalikan kalian kepadaku teman.
itu semua tidak dapat membuat kita kembali bersama menata mimpi bersama berjuang bersama setiap harinya setiap waktunya.tidak akan pernah lagi.
meskipun mungkin, tidak akan seperti dahulu.
tapi sahabat,
aku percaya, dan aku sangat percaya inilah jalan kita karena Allah percaya kita bisa kita mampu menjaga erat persahabtan ini, sampai nanti.
sampai Ia mematikan waktunya.
selama waktu berjalan, kemungkinan pasti ada kemungkinan pasti datang.
karena kita sahabat.
karena kita sahabat, sahabat sepanjang masa.:)
angkatan 7.
alnatz drouszth jangan pernah hilang.aku menyayangi kalian.
tetaplah menjadi sahabat sepanjang masa ♥.
atsilR-
21:34.
sebenernya bingung juga apa yg mau di tulis sekarang,tapi berhubung hari ini adalah hari yg mnurut gue bagus aja.jelas tuh karna ini hari tanggal 7 bulan 7 tapi sekarang beda tahunnya bukan 2007 tapi 2010.
gak tau kenapa ya daridulu gue cinta banget sama angka 7,gue lahir tgl 7 meski bukan bulan 7, gue masuk SMP gue dapet angkatan 7 dan ya inilah yg membuat diriku kuat, sahabat.
hari ini,aku sangat rindu dengan mereka.sangat Tuhan.
hm.
sahabat,
andai aku dapat dan bisa meminta aku tak pernah di pisahkan oleh kalian semua, aku akan meminta.
andai aku dapat dan bisa meminta terus bersama kalian semua setiap harinya setiap waktunya setiap siangnya setiap malamnya setiap panasnya setiap hujannya,
percayalah. aku akan meminta.
TAPI?lihat?
ini yang ada.
mau aku berteriak sekeras apapun sejauh apapun aku berlari setinggi apapun aku terbang dan sebanyak apapun aku membuat candi layaknya cinta bandung bondowoso kepada roro jonggrang?
itu semua tidak akan mengembalikan kalian kepadaku teman.
itu semua tidak dapat membuat kita kembali bersama menata mimpi bersama berjuang bersama setiap harinya setiap waktunya.tidak akan pernah lagi.
meskipun mungkin, tidak akan seperti dahulu.
tapi sahabat,
aku percaya, dan aku sangat percaya inilah jalan kita karena Allah percaya kita bisa kita mampu menjaga erat persahabtan ini, sampai nanti.
sampai Ia mematikan waktunya.
selama waktu berjalan, kemungkinan pasti ada kemungkinan pasti datang.
karena kita sahabat.
karena kita sahabat, sahabat sepanjang masa.:)
angkatan 7.
alnatz drouszth jangan pernah hilang.aku menyayangi kalian.
tetaplah menjadi sahabat sepanjang masa ♥.
atsilR-
Subscribe to:
Posts (Atom)