Thursday, 30 September 2010

Aku tak ingin JAUH meninggalkannya, Tuhan...

Aku Tak Ingin Jauh Meninggalkannya, Tuhan...

Memang,sudah kurang lebih lima tahun kenangan itu jauh ku tinggalkan.Bukan, bukan kenangan itu menjauh.Bukan, bukan aku yang meninggalkan itu semua.Tapi waktu yang membawaku terus pergi dan jauh meninggalkan semua itu.Bukan, bukan juga aku ingin melupakan jauh kenangan itu.Justru aku mau mengingatnya lebih dan lebih kuat lagi.Aku tak ingin kenangan itu hilang dan pergi menghilang dan sirna.Aku tak ingin itu

Terlebih lagi, jika suara-suara itu terngiang kembali dan menggetarkan gendang telinga,tulang martil,landasan sangurdi dan pada akhirnya menggetarkan tingkap oval.Karena itu cairan dalam rumah siputku bergetar dan merangsang semua itu untuk sampai otak besarku.Ya, terdengarlah suara kenangan itu.Rasanya, aku ingin bergulat dengan waktu.

Bukan, bukan aku ingin menyalahkannya karena menjauhkanku dari sahabat-sahabat terbaikku.Melainkan untuk memulai berkerja sama untuk menjaga kuat kenangan-kenangan itu agar tidak jauh pergi dari diriku.
Rasanya, aku tak ingin jauh meninggalkannya, Tuhan...
Aku ingin kembali ke masa itu.Lima tahun lalu.Di sebuah asrama di satu sekolah di antara rimba yang masih terjaga keasliannya.Aku merajut cita-cita,mimpi,harapan dalam satu kesempatan.Ya, saat bersama kenangan itu aku merajut semuanya dengan rapi.

Persahabatan,cinta,kasihsayang,kebersamaan, aku rasakan.Aku mengenal itu semua bersama kenangan.

Ini yang aku maksudkan..

Sahabat yang kini cerita kita hanya menjadi kenangan di buku harianku.
Aku membuka kembali lembar demi lembar biru kita di pojok kamarku.di buku itu, buku polos yang harganya hanya lima ribu rupiah.Aku membelinya khusus.Untuk menuliskan semua cerita kita.Karena aku tahu teman, ini akan sangat aku rindukan sampai kapanpun.

----------------------------

Lembar pertama aku torehkan semua nama kalian satu persatu lengkap dengan tanggal bulan dan tahun kelahiran kalian serta tak lupa aku buat kolom khusus untuk nomer ponsel kalian yang sewaktu-waktu bisa ku hubungi.Lembar kedua, aku tuliskan dimana letak kelas kita di mulai dari kelas tujuh SMP sampai tahun terakhir kita bersama.Memang itu semua hanya coretan layang yang hanya sebatas pandang di lihat tidaklah penting.Tapi, apa kalian tau?itu sangatlah berarti bagiku sahabat.
Aku buka lembar demi lembarnya lagi.Entah itu lembar ke berapa.Tapi yang aku temukan adalah hari dan tanggal kelahiranku.Banyak sekali ucapan dan doa-doa yang kalian tuliskan untukku.Rasanya hati ini meringgis sakit mengingat itu.Aku rindu kalian sahabat.
“ass..
Ciel..met milad y..
Sabil mang g’ bisa ngasih aph-aph kecuali do’a yang selalu ada bwat acil, Raihana Atsil yang di mata sabil istimewa, cinta bnget ma boch 7,baik,pengertian,rame dan sifat-sifat istimewa lain yg ga ada di orang lain..
Ya sudah langsung doanya ya!
-Acil tambah baik,ngertiin,sholihah,istiqomah,rame,rajin, disayang Allah dan ortu.
Sory ya ciel...
Oia, janjian ya,kita ketemuan dan bercanda lagi di jannahnya^
Amien..
-sabila-“

Sabila, kalau kamu baca tulisanku ini, kamu tahu?aku menangis mengingat ini semua.


Aku lanjutkan perjalanan ke masa kenangan.Lembar-lembar yang berisi coretan-coretan kecil yang membuatku tersenyum kecil dan membuatku berani menjatuhkan airmataku kembali.Aku berhenti sejenak membuka lembar selanjutnya.Aku menangis keras, hatiku meringgis rasanya tak ingin semua ini berakhir.Aku tak inginkan ini terjadi.
Tuhan, begitu deras mungkin airmataku sampai-sampai aku menyaingi derasnya hujan kala malam itu.
Aku tak ingin jauh dari itu semua,Tuhan...
Aku tidak mau, aku tidak mau jauh dari semua itu.Yang aku inginkan semua itu kembali tanpa kurang sesuatu apapun.Dan kembali seperti dulu!
Kembali aku pada lembar-lembar biru itu.Terlalu banyak sebenarnya jika kenangan itu menjadi tulisan.Mungkin ceritanya tak akan pernah habis.Terlihat senyuman sahabatku yang sangat aku rindukan di lembar itu.Ya fotonya masih tersimpan rapi di lembar itu.
Yulia azharini, hampir tiga tahun aku tidak pernah bertemu dengannya sejak perpisahan saat itu.Sungguh rasanya jika di imajinasikan kerinduanku itu sudah sampai puncak yang paling atas.Aku rasa Tuhan belum mengizinkan kami untuk bertukar cerita kembali.Aku rasa Tuhan masih ingin menguji kekeuatan persahabatan kami.
Puncaknya satu bulan sebelum dia merayakan ulang tahunnya yang ke tujuh belas.Aku sangat ingin menemuinya.Aku merencanakan sesuatu yang mungkin akan menjadi kejutan buatnya.Aku tata sedemikian rupa sesuatu itu agar tak terlupakan dan mengesankan.Ya, manusia memang hanya bisa berencana.Tapi semuanya kembali pada Tuhan.Rencana itu sirna begitu saja.Perhatian ku aku sibukkan dengan bimbel sana-sini untuk mempersiapkan ujian semester terakhir di kelas sebelas SMA.Aku berfikir setelah ujian aku akan melanjutkan rencananya.Lagi-lagi, mungkin memang belum saatnya.
Liburan memang sudah di mulai tapi suatu hari aku sakit dan sakit itu bertahan hingga tujuh hari.Itupun pada hari ke delapan dan selanjutnya aku masih dalam tahap pemulihan.
Azha panggilan akrabku padanya selalu menanyakan “aciel jadi ke sini gak?”

Aku sudah berjanji kita akan bertemu.Tapi Tuhan ternyata masih mempunyai rencana lain.
Bukan, bukan karena aku ingin melupakan janji itu atau aku lupa karena terlalu banyak kesibukan.Tapi percayalah azha, jika kamu membaca tulisan ini.Kamu tau?
Aku selalu mencari cara bagaimana bisa untuk membuktikan janji itu.Janjiku bertemu kamu dan ada di ulang tahunmu.
Mencari dan terus mencari.Berdoa dan terus berdoa agar Allah melancarkan rencanaku.
Sampai akhirnya kamu zha mengirimkan pesan singkat yang berisi undangan untuk datang ke pesta ulang tahunmu.Hari itu tanggal 3 juli.Dan besok 4 juli hari ulang tahunmu.Aku belum Mempersiapkan apa-apa.Belum ada izin yang pasti dari orangtuaku.Ya Allah semoga mereka mengerti inginku.
Malamnya sebelum 4 juli datang, kita berbicara lewat ponsel membicarakan bagaimana caranya agar aku ADA di sana?
Berbagai cara di sebutkan.Dan hah 4 juli datang.Aku semakin bingung!
Dan akhirnya aku putuskan aku besok pergi untuk memenuhi janjiku.Bertemu denganmu sahabat.Malam itu,aku lebih cepat memejamkan mata agar aku tak tertinggal besok.
Jam lima pagi aku sudah terbangun.Tidak seperti minggu-minggu biasa.Aku lawan kantukku demi sahabatku.Aku bergegas bersiap dan meminta izin pada mama.Tapi, tatapannya tidak memberi harapan untuk mengizinkan aku pergi.
Mama, mengertilah perasaanku sedikit saja.Aku rindu sahabatku mah.
Aku terus berdoa dan Berharap.

Dan tidak seperti yang aku takutkan.Mama agak mengizinkan tapi aku tak boleh menginap.Tanpa pikir panjang lagi aku langsung pergi menuju terminal dan di mulailah perjalananku menuju kota sahabatku.
Jam demi jam berganti.Sekitar jam satu siang aku sampai di kotanya.Aku meminta salah seorang temanku untuk segera mengantarkan aku ke rumah sahabatku itu.
Di perjalanan rasanya tak sabar untuk bertemu dan melepas rindu dengannya.Demi apapun saat itu aku tak percaya bahwa dengan beberapa menit saja aku akan bertemu dengan sahabat yang selama ini aku rindukan.

Zha aku datang...
Ya, aku sudah ada di depan rumahnya sekarang.
“ada lia nya?”
“ada tunggu sebentar yaa”
Lia memang nama panggilannya di rumah.Tak lama aku menunggu.
Aku tersenyum dan diam.Jeritannya yang memanggil namaku membuat airmata ini jatuh LAGI dia langsung memelukku dan kami pun melepas rindu.
Ya Tuhan, rasanya ini mimpi.Dan berkali aku yakinkan.

INI NYATA CIEL BUKAN MIMPI!

Ah rasanya masih seperti mimpi.Tanggal empat juli itu kami bertatap muka dan berbagi cerita.Tak terhitung berapa cerita yang terceritakan.Dan waktu berjalan begitu sangat cepat belum sempat apa-apa jarum jam menunjukan pukul lima sore dan..
Dan itu saatnya aku kembali ke kotaku.
Ah rasanya tidak lah mudah untuk pergi kembali.Bayangkan?kami sudah bertahun-tahun tidak bertemu dan hari ini hanya terbayar beberapa jam saja.Tapi aku harus kembali.
Tak lama aku berpamitan dengan sahabatku aku sudah sampai di terminal untuk pergi kembali ke kotaku.Jelas air mata banyak mengalir di situ.Antara aku dan sahabatku.
Tuhan, Aku tak ingin jauh meninggalkan itu semua...
Di perjalanan aku menangis dan terus menangis.Entah aku sangat cengeng.

Sahabat, andai aku bisa meminta pada Allah agar kita terus bersama dan tidak pernah terpisah.
AKU AKAN MEMINTA...
Tapi yang ada?
Sahabat, mau aku berteriak sekeras apapun.
AKU AKAN BERTERIAK KERAS...
Sahabat, sebanyak apapun aku membuat candi layaknya Bandung bondowowso pada Roro jongrang.
AKU AKAN MEMBUATNYA...

Tapi itu semua sangatlah sulit.Ini sudah jalan kita untuk menjaga persahabatan ini sepanjang masa.
Suatu hari kita akan bertemu lagi.Pasti bertemu lagi.Selama waktu berjalan kemungkinan pasti datang.

Terimakasih sahabatku, untuk banyak mimpi yang kalian berikan kepadaku.Mimpi bersama kembali dalam Jannah terindahNya.Aku menyayangi kalian.Sangat sayang.
Terimakasih untuk banyak cinta yang kalian berikan kepadaku.

............

No comments:

Post a Comment