Sunday, 13 June 2010

RAHASIA HARAPAN

Jam 5.dan aku masih bisa duduk menikmati senja yang berangsur-angsur datang.tapi, kali ini aku sendiri dan senja ini ku lewati di taman rumah sakit tempat abang di rawat, beda dengan senja sebelumnya aku lewati bersama abang di saung taman rumah. Sungguh, aku rindu canda tawanya. sekarang, aku duduk sendiri dengan di kelilingi pepohonan dan berbagai macam tanaman bunga-bunga yang mungkin sengaja di tata sedemikian rupa agar para penghuninya lekas sembuh.tapi itu tidak untuk abangku, dia tidak bisa berjalan-jalan di dorong kesana kemari dengan kursi roda untuk menikmati matahari pagi atau senja indah yang selalu datang setiap sore.sungguh, aku tak sampai hati kalau kalau mengingat ini.
Aku hanya memandang kosong kolam ikan yang tepat berada didepan pandanganku.sungguh aku merasakan kebahagiaan ikan-ikan itu tanpa ada beban,rasa sedih ataupun yang lain.yang mereka tau, ada kolam,air,teman, makanan dan mereka bisa bahagia!
“maaf, mba kerabat dari pasien di kamar 301?” suster itu menghampiriku.
“oh iya benar, saya adiknya.ada apa sus?”
“begini, tampaknya keadaannya sudah agak mebaik dan dokter akan memindahkannya ke ruang perawatan biasa”
“oh yasudah kalau begitu, apa saya perlu registrasi ulang?”
“tidak perlu mba, kami hanya meminta persetujuan dari kerabatnya saja”
“baiklah kalau begitu, terimakasih suster.”
“iya, sama-sama”
---------------------
Beginilah,semua orang pasti selalu punya keinginan untuk menjadi yang terbaik,mendapat yang terbaik dan semuanya ingin kebahagiaan selalu pada hidupnya.setiap orang juga pasti mengukir dengan hati-hati perjalalanan hidupnya, agar selalu pada kebahagiaan.tapi, seharusnya kita sadar,semua sudah ada jalanNya masing-masing.ada TAKDIR,entah itu takdir baik atau buruk tentunya kita selalu miliki harapan untuk mendapat takdir yang baik.dan aku fikir, ada rahasia besar atau kecil di detiap harapannya.begitupun aku,abang,ayah,bunda, kami selalu mengharapkan semua berjalan baik.tapi, Tuhanku memberi jalan kedewasaan lain.
Awal mungkin selalu indah. iya, waktu Allah masih menyatukan semuanya.waktu abang masih bisa tertawa,bercanda seperti dulu dan miliki mimpi yang banyak.tapi, memang Allah Maha Adil ko, abang yang bilang ke aku.
“hidup tak selalu pada jalan bahagia adikku,kita juga akan melewati jalan derita, dan itu semualah yang membuat kita menjadi semakin dewasa”
“tapi bang, begitu sulit aku rasa untuk melewati jalan derita itu, aku tidak setegar abang, aku hanya anak kecil yang tak tahu apa-apa”
“kamu bahkan lebih kuat, karena kamu adalah seorang wanita dek”
------------------------------
Indah memang, saat semua pada roda atas, semua orang pasti menginginkan itu.tapi, pada saat roda berbalik? Semua mengira ini adalah ‘kutukan’. Bukankah Allah tidak pernah berjanji akan ada kebahagiaan tanpa kesedihan.Aku kuatkan diri saat semua berbalik menjadi di bawah.
“eh, lo gak malu apa punya abang pemakai obat,perokok berat?kalo gue sih ya udah gue usir kali,paling nantinya Cuma bisa nyusahin doang deket sama mati! HAHAHAHAHAHAHAHAHA”
ucap teman-teman kelasku selalu begitu.
Sungguh, pernyataan yang begitu menyakitkan untuk seorang “AKU”.yang aku tahu,Abang adalah sosok yang begitu dewasa,bijaksana,baik,teguh pendirian dan jauh dari hal-hal itu.namun ya beginilah.
“terserah kalian mau bilang apa,menganggap semua itu apa, Dia tetap abangku!bagaimanapun dia!”
“HAHAHAHAHAHAHA uuuhh so sweet banget sih, ih jijik gue malu malu, oohh abangku tersayang, malu-maluin doang bisanya!ke laut aje.HAHAHHAHA”
“terserah kalian,kalian harus ingat, semua tidak selalu ada di atas,hidup tetap berjalan!”
“aduuuhhh, ampuuuuun bu hajiiiii,HAHAHAHAHAHAHAHA“

Allah, begitu hebat cobaan yang Kau berikan padaku, sungguh,aku belum bisa percaya semua ini.
Cemooh demi cemooh sudah menjadi makanan sehari-hari untuk aku dan abang.tapi aku yakin, semua akan ada balasannya.tak sampai hati aku melihat abang begitu jatuh.mengajaknya bicarapun aku takut salah langkah.aku harus bertahan.untuk abang...
“bang......”
“dek, lebih baik kamu tak usah lagi menganggap aku abang terbaikmu, aku kotor!aku hina dek! Aku lebih pantas berkumpul dengan para anjing”
“baaang! Abang kenapa sih?aku ini adik abang, aku akan tetap ad menjadi penguatan, bagaimanpun keadaan kamu bang, abang tetap abangku”
“dek, aku gak tega kalo kamu harus ikut di cemooh teman-teman dan anak-anak yang ada di sekolah,aku gak mau kamu ikut menjadi seperti aku, aku bukan abang yang baik dan aku fikir kamu sudah mnegerti semuanya”
“bang...,bagaimanpun keadaan abang, aku tetap ada memberi semangat untuk abang, aku akan tetap ada”
“sungguh, aku ingin lepas dari semua ini dek!aku muak!tapi semua sudah terlambat, aku mengecewakan semua orang! Termasuk ayah,bunda,kamu dan diri aku sendiri”
“tidak ada kata terlambat dalam hidup bang, kita masih bisa berusaha bang, abang sendiri yang selalu ingetin aku, bahwa hidup tak selalu pada jalan bahagia, dan sebisa mungkin aku berusaha membawamu jauh meninggalkan lembar hitam itu”
Aku melihat ada air yang meremang pada pelupuk mata abang, tak kuat hati aku melihatnya.
“dek, kamu yang terbaik yang ada dalam hidupku”
Aku hanya bisa tersenyum melepas pandang melihatnya, aku bersyukur.
Ya Allah engkau masih anugrahkan senyuman indahnya.di sela-sela penjatuhan yang kami dapat dari orang-orang terdekat kami, bahkan sahabat abang dan sahabatku pun ikut menjauh, entah kenapa.
Ya Allah, tetap kuatkan hati ini, selalu batinku.
------------------------
Dan rasa sakit itu semakin menjadi,seakan semua kebahagiaan hilang,pergi dan tak pernah kembali pada hidupku.di sela masalah abang, tiba-tiba Ayah dan bunda memutuskan untuk berpisah.
Ya Allah, inikah yang engkau maksud sebagai cobaan?
Yang Maha pemilik siang dan malam, tetaplah berada dalam jiwaku.aku merasa sendiri.
Bunda memelukku.
“sayang.. maaf atas keputusan ayah dan bunda yang tidak dapat kalian terima, tapi ini mungkin yang terbaik, maaf atas segala keegoisan kami yang mengecewakanmu”
Entah kata apa lagi yang harus aku ucapkan, aku begitu lemah, aku sangat lemah.saat semua kebahagiaan tak pernah kembali dalam hidupku.
“bunda, apakah itu yang bunda maksud yang terbaik?saat aku masih membutuhkan semangat kuat yang selalu ayah dan bunda tanamkan pada diriku setiap harinya?”
Sambil berderai air mata bunda meminta maaf...
“maafkan bunda, bunda tau semua memang sangat sakit untukmu, menegrtilah anakku, ini yang terbaik...”
Aku hanya berdiam sayu menatap bunda,ayah dan abang.aku melakukan hal konyol,aku berteriak dan lari ke kamar seperti anak kecil!
“SEMUA TAK PUNYA HATI”
Tapi aku ingat, Allah tidak akan pernah jauh dari diriku.tetap kuatkan hatiku ya Allah...
---------------------
Biar semua berfikir,bahwa roda kehidupan terus berjalan, tak usah merasa hanya diri ini yang paling sengsara, aku harus ingat, masih ada yang hidupnya tak seberuntung aku.setidaknya, aku harus tetap mengucapkan rasa syukur atas apa yang Allah kasih.Aku selalu berusaha menerima ini semua, mau tidak mau aku harus menelan dan merasakan ‘JALAN’ derita, meski pahit.
Tak jauh setelah ini,
Allah kembali menunjukan dan menguji bagian dari cerita kehidupanku yang sudah Dia tentukan.
Dan aku, mungkin Allah percaya aku kuat untuk hadapi ‘INI’.dengan melihat abangku terbujur dengan busa penuh di mulutnya di dalam kelas saat aku menghampirinya.ya,abangku overdosis akibat obat-obatan haram itu! Dan aku tak tahu apa yang harus aku lakukan?sementara abangku menerjang maut?
Allah, tolong jangan ambil abang, aku masih membutuhkannya.aku hanya bisa berharap.saat itu.
Aku ikut terkulai lemas, aku berteriak dan berusaha agar bisa mendapat pertolongan.namun tak 1 orang pun mau peduli, mereka sibuk dengan apa yang mereka kerjakan termasuk guru-guru ku.

---------------------

Dengan keadaan abang yang setengah sadar, aku berusaha membawanya ke rumah sakit.semampuku.
Bukan pertolongan yang aku dapat, namun cemooh dan sikap ‘jijik’ lah yang abang dan aku dapat sepanjang koridor sekolah.
“ah bentar lagi juga abang lo yang TERCINTA itu mati!HAHAHAHAHAHAAHAHAHA” celetuk teman-teman kelasku saat aku lewat di depan kelas.
Sungguh,Allah..engkau Maha Pemilik segalanya...tabah dan kuatkan aku hadapi ini..
Tiba-tiba abang berbicara padaku.
“dek, biarkan aku.biarkan aku menemuiNya..semua sudah terlambat, maafkan aku dan jaga dirimu”
Seakan udara yang biasa dengan mudah abang hirup, pada detik itu sangat sulit dia dapatkan.aku tak sampai hati melihatnya.
“abang pasti kuat,abang harus bertahan”
Seketika dunianya menjadi gelap, abang tak sadarkan diri di pelukanku.hati dan jantungku seakan sudah berkejar-kejaran dengan waktu.tapi aku tetap berusaha membawanya keluar dari sekolah dengan bermandi peluh.
Tapi Allah masih menyayangiku...
Aku menemukan angkutan umum yang biasa berdiam di depan gerbang sekolah.dan tak menunda waktu lagi aku membawa abang ke rumah sakit dengan angkutan umum itu.seadanya..
Aku terus berdoa sepanjang perjalanan agar abang tetap bertahan, aku pasrahkan semua.
Ayah,bunda aku rindu kalian.andai kalian mengetahui semua ini dan kebahagiaan itu masih ada pada kita semua.andai saja...
--------------------
Cuaca gelap dengan rintik hujan yang mulai turun menyambut kehadiran abang di rumah sakit.dengan tanpa berfikir lagi perawat rumah sakit itu langsung membawa abangku untuk di beri pertolongan pertama, Allah, kuatkan abang...
5 menit..10 menit... dan 15 menit.. dokter keluar dari ruangan dan mengabariku, abangku baik-baik saja.hanya saja syaraf otaknya agak terganggu namun itu masih bisa di pulihkan.
Terimakasih ya Allah..
Tak lama kemudian abang sadarkan diri,
“dek, makasih ya, aku bisa bertahan karenamu, terimakasih atas ketabahanmu untuk memberiku kekuatan baru”
“iya bang, sudah seharusnya kita saling memberi semangat, kita harus berjuang untuk hidup ini bang, meski tidak seperti dulu”
“iya dek, aku akan bertahan untukmu, dan kita kembali meneruskan mimpi-mimpi itu, karena kita kekuatan harapan”
“iya bang, abang harus sembuh”
“pasti dek”
Hari demi hari,minggu demi minggu abang lewati dengan semangat di kasur rumah sakit.semakin hari keadaannya semakin membaik dan sekarang abang sudah boleh pulang.tak menunggu lama lagi kami kembali ke rumah, tanpa ayah dan bunda, kami harus bisa berdiri sendiri di usia yang masih muda, kami harus bertahan untuk terus berjalan menuju masa depan yang lebih indah, meskipun tidak seindah saat bersama ayah dan bunda.
“bang, aku gak tau kalo aku gak punya abang”
“aku juga dek, aku gak tau kalo aku gak ada kamu, aku bersyukur karena Allah udah kasih aku berbagai nikmat yang tidak aku sangka”
“iya bang, aku sangat bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan,Jangan tinggalin aku bang, aku gak bisa kalo harus hadapi ini sendiri”
“iya adikku, dek, hidup kita juga bentar, sayang kalo di sia-siain.mending di pake buat cari jalan biar bisa ketemu Allah, cuma 1 kata yang kita pengen,SUKSES, itu doang kan intinya?sukses di dalam hal apapun, cinta,edukasi,rohani dan semuanya.sukses untuk diri kita sendiri, Allah, orangtua dan orang-orang yang kita sayang.kita harus berjuang untuk terus jalani kehidupan, meneruskan harapan-harapan ayah dan bunda pada kita, kita harus tau apa rahasia-rahasia yang ada di balik harapan itu dek, pokoknya life must go on!”
“aku setuju sama abang, kita berjuang bersama ya bang ”
Dan, sudahlah semua masa kelam, aku tak ingin mengingatnya lagi, biarkan menjadi pelajaran untuk aku menata mimpi masa depan, meski mungkin tak sebahagia dahulu, meski mungkin tak seceria dahulu,tapi kebahagiaan pasti datang setelah kesedihan, tapi pelangi pasti datang setelah rintik hujan, tapi kami tegar, tapi kami bertahan, untuk sebuah rahasia harapan.

-raihanaatsil. 20 mei 2010. –rahasia harapan--

No comments:

Post a Comment